Sir Alex Ferguson Merupakan Manajer yang Menorehkan Tinta Emas Bersama Manchester United

Sir Alex Ferguson Merupakan Manajer yang Menorehkan Tinta Emas Bersama Manchester United – Pelatih asal Skotlandia itu jadi mengatasi Manchester United sejak 1986 silam. Tidak segera sukses, tapi perlahan dia membangun skuad yang begitu tangguh dan mempunyai The Red Devils jadi klub yang disegani di Inggris dan Eropa.

Sir Alex Ferguson Merupakan Manajer yang Menorehkan Tinta Emas Bersama Manchester United

Pada musim 1998-1999 jadi satu di pada momen paling baik Manchester United di bawah kendali Sir Alex Ferguson. Sebab, terhadap musim tersebut Tim Setan Merah sukses menggapai treble winner terhitung trofi Liga Champions.

Ferguson terhitung melahirkan banyak pemain top. Class of 92 jadi generasi paling tenar yang dilahirkan Ferguson. Dahsyatnya seorang Cristiano Ronaldo pun tidak lepas dari sentuhan Sir Alex.

Selain itu, dia terhitung sering mengucap kata-kata yang legendaris. Baik itu untuk para rival, dirinya sendiri, dan pujian kepada pihak lain. Berikut ini adalah kumpulan kutipan paling baik Sir Alex Ferguson seperti dilansir Bleacher Report.

Final Liga Champions 1999

“Pada akhir pertandingan, Liga Champions hanya berjarak enam kaki dari Anda dan Anda apalagi tidak akan sanggup menyentuhnya kecuali kami kalah. Untuk mayoritas dari kami, itu akan jadi yang terdekat yang dulu Anda dapatkan. Apakah Anda tidak berani ulang ke sini tanpa mengimbuhkan segalanya?” – Sir Alex terhadap jeda babak pertama.

“Saya tidak sanggup mempercayainya. Saya tidak percaya. Sepak bola. Neraka yang kejam.” – Sir Alex Ferguson terhadap akhir laga.

Tentang Jose Mourinho

“Jose Mourinho terlampau penuh dengan itu, dia memanggil saya bos dan bigman saat kami minum sehabis pertandingan pertama. Tetapi, itu akan menopang kecuali pertemuan disertai dengan segelas anggur yang layak. Apa yang dia memberikan kepada saya adalah cat stripper.”

Tentang Arsene Wenger

“Di lorong stadion, Arsene Wenger mengkritik pemain saya,Daftar IDN Poker menyebut mereka curang, jadi saya menyatakan kepadanya untuk meninggalkan mereka dan urusi dirinya sendiri. Dia berlari ke arah saya dengan tangan terangkat dan mengatakan, Apa yang mengidamkan Anda lakukan soal itu?’ Untuk tidak berpikir meminta maaf atas perilaku para pemain kepada manajer lain’. Ini memalukan, tapi saya tidak meminta Wenger meminta maaf, dia style orang seperti itu.”

“Mereka menyatakan dia (Arsene Wenger) orang yang cerdas, kan? Berbicara lima bahasa! Saya memiliki anak laki-laki berusia 15 tahun dari Pantai Gading yang berkata lima bahasa!”

“Arsene Wenger seorang pemula — dia mesti menyimpan pendapatnya untuk sepak bola Jepang.”

Tentang Liverpool

“Tantangan terbesar saya bukanlah apa yang terjadi pas ini IDN Poker Online(meraih trofi Premier League ke-19), tantangan terbesar saya adalah mendepak Liverpool untuk ulang ke level mereka. Dan, Anda (jurnalis) sanggup menulisnya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *