Meski Dihadang Pandemi, Qualcomm Berhasil Mendominasi Pasar Chipset Smartphone di Q2 2020

 

Lembaga riset pasar Counterpoint baru saja mengumumkan hasil temuan mereka terhadap pasar penjualan System-on-a-Chip (SOC) di dunia. Dari temuan lembaga terlihat bahwa Qualcomm kembali mendominasi pasar chipset smartphone di kuartal kedua 2020 dengan pangsa pasar 29%, namun terlihat ada penurunan sebesar 3% dibandingkan tahun lalu.

Neil Shah, VP Research di lembaga riset pasar Counterpoint menjelaskan bahwa penurunan pangsa pasar Qualcomm ini disebabkan oleh peraturan Amerika Serikat yang memblokir produk-produk HUAWEI sehingga turut membuat pangsa pasar chipset Qualcomm di smartphone HUAWEI (termasuk HONOR) mengalami penurunan dari 12% di Q2 2019 menjadi 3% di Q2 2020.

Lebih detailnya, Shah mengungkapkan, “Sementara pangsa pasar smartphone secara keseluruhan menurun karena pandemi yang sedang berlangsung, turunnya pangsa pasar Qualcomm ternyata lebih disebabkan oleh HUAWEI yang kini menggunakan chipset HiSilicon setelah pemblokiran di Amerika Serikat, padahal pasar HUAWEI adalah China yang dimana juga merupakan pangsa pasar smartphone terbesar di dunia.”

Walau begitu, Shah memprediksi bahwa kehadiran chipset HiSilicon sendiri tidak akan berpengaruh banyak terhadap pangsa pasar Qualcomm di masa mendatang mengingat regulasi terhadap produksi manufaktur chipset HUAWEI tersebut kian ketat.

Bahkan, pembatasan atas produksi chipset dan smartphone HUAWEI di Amerika Serikat kemungkinan besar akan memberi keuntungan terhadap pertumbuhan Qualcomm, MediaTek, dan Unisoc di masa mendatang. Saat ini, HiSilicon memiliki pangsa pasar sebanyak 16% dan menempati posisi ketiga tepat di belakang MediaTek dengan pangsa pasar sebesar 26%.

Melihat terbatasnya ruang bergerak HUAWEI, Analis Riset, Shobhit Srivastava mengatakan nantinya beberapa vendor smartphone seperti OPPO, Vivo, Realme, dan Xiaomi bakal menjadi kunci utama bagi kesuksesan chipset Qualcomm dan MediaTek.

Jika prediksi tersebut benar, hal ini bisa menguntungkan Qualcomm khususnya di segmen smartphone premium dengan nilai penjualan diestimasikan hingga lebih dari USD 400. Bahkan, sangat mungkin bagi Qualcomm untuk merebut pangsa pasar HUAWEI di China yang mencapai lebih dari 40% itu.

Di sisi lain, pada segmen menengah dan entry level, MediaTek punya posisi yang lebih unggul berkat chipset 4G dan 5G besutannya yang jauh lebih murah dan berpotensi meraih pasar besar di beberapa negara seperti China, Rusia, Timur Tengah dan Afrika (MEA) mengingat Xiaomi juga sedang berupaya keras untuk menaklukkan pasar HUAWEI.

Lembaga riset Counterpoint memperkirakan pasar chipset smartpthone akan mengalami pertumbuhan mulai tahun 2021 dan seterusnya disebabkan oleh kehadiran teknologi 5G yang semakin berkembang pesat di berbagai kawasan dunia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *