Kisah Miris Portugal di AC Milan ,Rafael Leao

Kisah Miris Portugal di AC Milan ,Rafael Leao – Penyerang muda asal Portugal, Rafael Leao, sudah tiba di Italia dan akan langsung melaksanakan tes medis sebelum saat bergabung dengan AC Milan.

Kisah Miris Portugal di AC Milan ,Rafael Leao

Dilaporkan media setempat, AC Milan mesti menyerahkan duit 30 juta euro plus bek Tiago Djalo ke klub asal Leao bernaung, Lille. Kabarnya, Leao akan meneken kontrak berdurasi lima th. dengan sebutan lain sampai th. 2024 mendatang.

Kedatangan Leao ke San Siro pastinya sebuah kabar baik mengingat reputasi sang pemain yang lumayan bagus di Prancis. Selama memperkuat Lille di Ligue 1, pemain berposisi striker ini mencetak 8 gol berasal dari 24 laga.

Sebuah catatan impresif mengingat usianya yang baru 20 tahun. AC Milan yang mempunyai skuat lebih bagus diyakini mampu jadi daerah ideal bagi Leao untuk berkembang,

Apalagi, I Rossoneri baru melego striker mudanya, Patrick Cutrone, ke klub Liga Primer Inggris, Wolverhampton. Leao akan mendapat menit bermain lebih banyak.

Namun, AC Milan mesti waspada. Fakta Rafael Leao yang berasal berasal dari Portugal mampu jadi beban tersendiri bagi I Rossoneri dan sang pemain.

AC Milan tercatat mempunyai hubungan naik turun dengan pemain-pemain Portugal. Bahkan mampu dibilang I Rossoneri mempunyai kisah miris dengan pemain-pemain Selecao.

Selecao di Tubuh Rossoneri

Portugal bukanlah negara favorit bagi Rossoneri dalam mengimpor pemain. Berbanding dengan Brazil (34 pemain), Belanda (15) atau Argentina (24), selama histori AC Milan cuma pernah diperkuat oleh lima pemain asal Portugal.

Kelima pemain itu adalah Paulo Futre, Rui Costa, Ricardo Ferreira, Andre Silva dan Tiago Dias. Paulo Futre jadi yang paling pertama bergabung di era kepelatihan Fabio Capello.

Menyusul Rui Costa yang diikuti ddengan Ricardo Ferreira, Tiago Dias, dan Andre Silva. Dari kelima pemain itu, cuma Rui Costa yang tampil apik dan berstatus legenda.

Saat main di Milan, Rui Costa tampil sebanyak 192 laga dan mencetak 12 gol. Rui Costa turut merasakan gelar scudetto 2004 dan Liga Champions 2003. Kehebatan Rui Costa tak menular ke pemain-pemain Portugal lainnya.

Bintang yang Meredup di San Siro

Paulo Jorge dos Santos Futre dengan sebutan lain Paulo Futre merupakan legenda Portugal yang bermain di posisi sayap kiri.

Gemilang dengan Sporting dan FC Porto, Paulo Futre pun menguji peruntungan di Prancis dan Italia. Di Italia, Futre bergabung dengan klub nomer satu sementara itu, AC Milan.

Kedatangan Futre di tim yang diasuh Fabio Capello sempat menambahkan kebahagiaan bagi fans. Namun, yang berlangsung kemudian tak cocok harapan.

Pemain internasional Portugal itu mengalami cedera dan kalah beradu dengan pemain-pemain Milan lainnya. Ia pun cuma tampil satu kali di bawah tim Fabio Capello.

Seperti tak trauma dengan pemain Portugal, AC Milan ulang mendatangkan sosok Rui Costa pada th. 2001. Namun kali ini perjudian 42 juta pound I Rossoneri berbuah hasil.

Rui Costa jadi pemain penting bagi Milan dalam meraih trofi Liga Champions,Bandar Bola gelar Scudetto, dan Coppa Italia di paruh awal th. 2000-an.

Kesuksesan Rui Costa seakan membuat Milan yakin dalam mendatangkan pemain-pemain Portugal. Sayang, kali ini perjudian Rossoneri gagal. Bahkan, Il Diavolo Rosso mesti gagal sampai tiga kali.

Ricardo Ferreira jadi pemain Portugal sesudah itu yang direkrut setelah Rui Costa. Main di tim Milan U-19, Ferreira awalannya dianggap sebagai pemain yang mempunyai potensi.

Ferreira sempat dipinjamkan ke Empoli. Kembali berasal dari Empoli, Ferriera ternyata tetap tak lumayan apik bagi Milan. Pemain berposisi bek ini pun dilego ke Olhanense.

Tiga th. kemudian, Milan ulang mengimpor pemain berasal dari Portugal. Kali ini lebih mahal berasal dari sebelum-sebelumnya.

Andre Silva didatangkan Rossoneri berasal dari Porto dengan mahar 38 juta pound. Silva dianggap sebagai pembelian penting di era Yong Hong Li mengingat rekam jejak sang pemain di Porto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *