Anggap Cristiano Ronaldo ‘Tidak Normal’ Benatia

Anggap Cristiano Ronaldo ‘Tidak Normal’ Benatia – Mantan bek Juventus Mehdi Benatia melabeli Cristiano Ronaldo sebagai pemain yang ‘tidak normal’ sesudah melihatnya punya intensitas latihan yang begitu tinggi.

Anggap Cristiano Ronaldo ‘Tidak Normal’ Benatia

Ronaldo sebenarnya merupakan seorang atlet yang luar biasa. Etos kerjanya yang menakjubkan pun sudah diketahui banyak orang.

Sebelumnya sudah tersedia cerita semasa Ronaldo masih di Manchester United yang diungkapkan oleh Carlos Tevez. Pria yang termasuk dulu membela Juventus itu mengaku CR7 singgah latihan di kamp latihan Setan Merah, jauh lebih awal dibanding pemain lain.

Maka tidak heran bila Ronaldo saat ini masih didalam keadaan yang terlalu bugar. Padahal usianya sudah 34 tahun.

Latihan Tengah Malam

Mehdi Benatia termasuk punya pengalaman unik bersama dengan Cristiano Ronaldo. Pengalaman itu didapatnya saat skuat Juventus balik ke Turin sesudah meniti laga tandang melawan Atalanta.

“Ini terjadi di perjalanan balik berasal dari Bergamo,” bukanya pada RMC Sport.

Saat itu, Benatia dan Ronaldo tidak bermain dan hanya duduk di bangku cadangan. Keduanya dipersiapkan untuk meniti laga selanjutnya yang hanya berselang tiga hari.

“Di didalam bus, didalam perjalanan kembali, Ronaldo bicara kepada saya, “Apa yang dapat Anda melakukan saat ini sesudah kita kembali? “Saya menjawab:” Sekarang jam 11 malam, saya dapat pulang, kenapa?”

“Dan ia menambahkan:” Apakah Anda tidak menghendaki punya sesi latihan kecil bersama dengan saya? Saya tidak berkeringat didalam laga tadi, saya harus berlatih. Apakah Anda tidak menghendaki menemani saya?”

Ronaldo Tidak Normal

Apakah Mehdi Benatia mengiyakan ajakanPasang Bola Cristiano Ronaldo saat itu? Ternyata tidak.

“Dan lagi, saya harus mengatakan kepadanya bahwa itu tidak mungkin, saya hanya menghendaki pulang, duduk, di depan TV,” ungkapnya.

“Ketika kita tiba, semua orang mengenakan baju biasa, namun ia mengenakan celana pendek, trainer, [nyalakan] musik, dan pergi ke gym. Saya pikir, ‘orang ini tidak normal.'”

“Ketika Anda terkait dengannya didalam kehidupan sehari-hari, Anda menghargai anak itu di depan pemain. Ia mengorbankan semua hidupnya untuk sepak bola,” serunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *